Pernah makan geblek? Kalau Anda belum pernah mencoba geblek, mungkin geblek Mbah Satari di Dusun Kemantren I, Desa Semawung, Purworejo bisa menjadi pengalaman pertama lidah Anda untuk menikmati makanan murah-meriah yang terbuat dari tepung pati yang dibentuk seperti cincin—atau malah fidget spinner—dan kemudian digoreng ini. Sayangnya kita tak bisa bertemu langsung dengan Mbah Satari-nya, namun kita bisa bertemu dengan pemiliknya yang sekarang yakni Bu Budiarti. Bu Budiarti sejak kecil sudah akrab dengan geblek. Sejak kecil beliau sudah membantu Mbah-nya, Mbah Satari, dalam membuat dan menjual geblek. Keahlian yang diwariskan oleh Mbah Satari itulah yang kemudian menjadi mata pencaharian utama Bu Budiarti sampai saat ini. Bu Budiarti sendiri sebenarnya adalah pemilik generasi keempat dari usaha geblek turun-temurun yang dirintis dari Ibu Mbah Satari. Usaha turun-temurun ini tidak pernah berpindah lokasi dan tetap setia di Semawung. Bu Budiarti setiap hari berjualan di sore hari di lapaknya yang bisa kita temui di Dusun Kemantren I. Lapak sengaja beliau buka hanya di sore hari karena di pagi hari, biasanya beliau menjajakan jualan beliau di pasar. Di lapak, Bu Budiarti dibantu seorang tetangganya. Semua pekerjaan adalah usaha beliau sendiri dan merupakan kreasi sendiri. Meski begitu, dalam sehari Bu Budiarti dapat menyelesaikan 5-10 kg geblek—angka ini tergantung pada besaran pesanan yang diminta pelanggan. Bu Budiarti biasanya mendapat rejeki lebih saat ada pesanan dari orang yang sedang mengadakan hajatan atau semacamnya. Produksi akan berakhir setelah adonan telah habis. Bu Budiarti tidak hanya menjual geblek, namun juga menjual cireng, tempe goreng, dan terkadang lanting—meski beliau cukup sering menolak pesanan lanting karena terbatasnya tenaga. Produk yang beliau jual sangatlah murah. Cukup 500 rupiah perbuah. Tertarik untuk menemui Bu Budiarti dan mencoba geblek Mbah Satari yang rasanya gurih, spesial, dan bikin nagih ini? Ayo, kunjungi lapak Geblek Mbah Satari di Kemantren I, Semawung, Purworejo, sekitar 100 meter dari masjid. Datang dan kemudian rasakan betapa enaknya geblek a la Bu Budiarti ini. Selain geblek yang matang, kita juga bisa membeli geblek yang setengah matang dan dapat digoreng sendiri. Sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh! (Rm)
Close Menu